Maros,Sulsel– Dewan Pimpinan Pusat LANTIK (Lembaga Anti Korupsi) menegaskan tetap akan menggelar aksi unjuk rasa terkait dugaan penyalahgunaan anggaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) di Kabupaten Maros. Meski demikian, Sekretaris Jenderal DPP LANTIK, Yhoka, menyatakan pihaknya tetap menghormati jalannya kegiatan MTQ yang sementara berlangsung.
Yhoka menegaskan bahwa rencana aksi tetap akan dilakukan, namun jadwalnya akan dikondisikan sebagai bentuk penghormatan terhadap pelaksanaan MTQ yang merupakan agenda keagamaan penting.
“Pada prinsipnya kami tetap menghargai kegiatan MTQ yang sedang berjalan. Namun, perjuangan menegakkan transparansi dan akuntabilitas anggaran tidak boleh berhenti. Jadwal aksi akan kami sesuaikan, tetapi proses hukum harus tetap berjalan,” tegas Yhoka.
Sorotan tajam DPP LANTIK mengarah pada dugaan adanya penyalahgunaan dana MTQ oleh segelintir oknum yang dinilai tidak transparan dalam pengelolaan anggaran. Hingga kini, publik dinilai belum mendapatkan kejelasan terkait total anggaran yang digelontorkan untuk kegiatan tersebut serta rincian penggunaannya.
Selain itu, keterlibatan pihak Event Organizer (EO) dalam pelaksanaan MTQ juga menjadi perhatian serius. DPP LANTIK mendesak agar seluruh pihak yang terlibat, termasuk EO, diperiksa secara menyeluruh guna memastikan tidak adanya praktik yang merugikan keuangan negara.
“Kami meminta dilakukan audit ulang secara menyeluruh terhadap seluruh rangkaian kegiatan MTQ, termasuk penggunaan jasa Event Organizer. Semua harus dibuka secara terang benderang kepada publik,” lanjutnya.
Yhoka juga menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mundur dalam mengawal proses hukum apabila ditemukan indikasi kuat adanya kerugian negara.
“Selama masih ada dugaan yang berpotensi merugikan negara, kami tidak akan berhenti. Ini bukan sekadar aksi, tapi bentuk komitmen terhadap pemberantasan korupsi,” tegasnya lagi.
DPP LANTIK pun mendesak aparat penegak hukum serta lembaga terkait untuk segera turun tangan melakukan penyelidikan dan audit secara transparan, guna menjaga kepercayaan publik serta memastikan penggunaan anggaran daerah tepat sasaran.
Kasus ini diperkirakan akan terus menjadi sorotan publik, terutama di tengah pelaksanaan MTQ yang seharusnya menjadi momentum syiar keagamaan, bukan justru dibayangi oleh dugaan praktik yang mencederai nilai-nilai integritas.
Selain itu Yhoka juga mempertegas bahwa dirinya akan melawan siapapun yang menghalangi dirinya untuk menyuarakan Kebenaran dan Melawan Dugaan Mafia.
“Setelah kegiatan ini MTQ ini, siapapun yang melawan akan kami hadapi karena kami tidak pernah gentar akan perlawanan dari pihak manapun”,tegasnya.

















