Maros,Sulsel– Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang digelar di Kabupaten Maros kini menuai sorotan tajam. Ketua Umum Maspekindo Sulsel, Mulyadi, SH yang juga dikenal sebagai pegiat anti korupsi di Makassar, menyoroti dugaan penyimpangan dalam pengelolaan anggaran kegiatan yang disebut-sebut bernilai miliaran rupiah.
Menurut Mulyadi, kegiatan MTQ yang seharusnya menjadi ajang syiar keagamaan dan pembinaan generasi Qur’ani, justru diduga dimanfaatkan oleh oknum tertentu sebagai ladang bisnis yang tidak transparan.
“Ini kegiatan tingkat provinsi yang dilaksanakan di Maros, anggarannya besar. Namun hingga saat ini publik tidak mendapatkan keterbukaan informasi yang jelas terkait penggunaan anggaran tersebut. Ini patut diduga ada penyimpangan,” tegas Mulyadi kepada awak media pada Minggu,12 April 2026.
Ia juga menyoroti keterlibatan pihak Event Organizer (EO) dalam pelaksanaan MTQ tersebut yang diduga hanya dijadikan sebagai ‘kendaraan’ untuk membungkus praktik-praktik tidak sehat.
“Kami melihat ada indikasi bahwa Event Organizer dijadikan wadah untuk mengatur aliran anggaran. Ini berpotensi menjadi konspirasi bisnis kejahatan yang harus diusut secara serius,” lanjutnya.
Mulyadi mendesak aparat penegak hukum, baik Kepolisian maupun Kejaksaan, serta lembaga audit seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap pengelolaan anggaran MTQ di Kabupaten Maros.
Ia juga meminta agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut memantau dan tidak ragu turun tangan jika ditemukan indikasi kuat adanya praktik korupsi.
“Jangan sampai kegiatan keagamaan sebesar MTQ ini dicederai oleh kepentingan kelompok tertentu. Uang rakyat harus dikelola secara transparan dan akuntabel,” tegasnya.
Sebagai penutup, Mulyadi mengingatkan pentingnya menjaga marwah kegiatan keagamaan agar tetap bersih dari praktik-praktik yang merugikan masyarakat.
“MTQ adalah simbol nilai-nilai keislaman. Jangan sampai disusupi kepentingan yang merusak kepercayaan publik,” pungkasnya.

















